Hai teman, perkenalkan nama saya Intan Mawaddah atau biasa dipanggil Intan. Saya lahir di Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Saya lahir pada Kamis, 11 April 2002 pukul 07.00. Ya saya memang masih muda, saya baru saja memasuki usia 18 tahun. Pada taraf mahasiswi usia saya memang terlihat masih sangat muda dibanding teman-teman seangkatan saya. Sebelumnya saya adalah lulusan dari SMA Negeri 1 Pantai Cermin. Saya memiliki hobi membaca, menyanyi, dan mendengarkan musik.
Sekarang saya adalah seorang mahasiswi semester 2 prodi Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Saya menjatuhkan pilihan prodi Sastra Indonesia pada pilihan pertama saat saya mengikuti SBMPTN, dan alhamdulillah saya lulus karena sebelumnya saya pernah gagal saat mengikuti SNMPTN. Tetapi waktu itu saya tidak memilih prodi Sastra Indonesia. Mungkin memang ini sudah takdir hidup saya hingga saya bangkit dan membulatkan tekad untuk mengikuti SBMPTN dan memilih prodi Sastra Indonesia sebagai pilihan pertama hingga akhirnya saya lulus. Saya memilih prodi Sastra Indonesia ini bukanlah tanpa alasan karena sejak SMP saya sudah sangat nyaman saat belajar Bahasa Indonesia. Maka dari itu, saya ingin sekali memahami lebih dalam lagi tentang Bahasa Indonesia dan lebih mengerti tentang cara berbahasa yang baik benar.
Prospek Kerja Lulusan Prodi Sastra Indonesia

1. Editor
2. Penulis
3. Tenaga Pengajar
4. Instansi Pemerintahan
5. Jurnalis
6. Copywriter
7. Content Writer
8. Peneliti
9. Wirausaha
10. Dunia Pertelevisian
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI
Sekarang ini kita telah memasuki era revolusi
industri generasi keempat atau revolusi industri 4.0 yang ditandai
dengan kemunculan komputer super dan kecerdasan buatan atau Intelegensi
Artifisial.
Pendidikan 4.0 bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber. Sistem tersebut dapat membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan batas waktu. Misalnya, penggunaan e-learning dalam pembelajaran bahasa.
Pemanfaatan e-learning sebagai aplikasi nyata teknologi
informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Kaitan dengan
pembelajaran bahasa di sekolah dapat ditingkatkan melalui berbagai model
dan media pembelajaran.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia e-learning dapat
dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan
mendengar, berbicara, membaca, menulis, tata bahasa, dan pembelajaran
sastra.
Pembelajaran bahasa yang diperlukan guru pada era industri 4.0 guru bahasa harus mampu mempersiapkan peserta didiknya melalui berbagai kegiatan. Hal yang dapat dilakukan membangun kemampuan dan kebiasaan berpikir kritis. Guru bahasa harus mampu menumbuhkan sikap kritis peserta didik. Kegiatan pembelajaran materi teks diskusi.
Materi yang ada dapat dijadikan sebagai media penumbuhan sikap kritis, kreatif, dan inovatif peserta didik. Struktur teks diskusi sendiri terdiri atas, isu, argumen, dan simpulan. Guru dapat memilih isu-isu yang paling hangat.
Dalam pemilihan isu dapat menggunakan internet melalui trending topic. Bahan-bahan diskusi akan banyak tersedia secara daring. Ajak peserta didik untuk mencari sumber-sumber yang bahkan bertolak belakang.
Bimbing peserta didik untuk mampu memilih sumber-sumber itu dengan kritis. Selain itu, mencari alternatif-alternatif pemecahan persoalan atau isu yang diangkat dalam diskusi.
Pembelajaran bahasa dapat ditunjang dengan media pembelajaran. Media yang digunakan adalah telepon genggam, komputer, laptop, koneksi yang bagus, mudah terhubung dengan internet.
Adapun jenis media lainnya yang efektif digunakan dalam pembelajaran di era modern yaitu: 1) media audio visual gerak, seperti: film bersuara, film pada televisi, televisi dan animasi; 2) media audio visual diam, seperti: slide, halaman cetak, foto; 3) Audio semi gerak, seperti: tulisan bergerak bersuara; 4) media audio, seperti: radio, telepon, pita audio; 5) media cetak, seperti: buku, modul; 6) lingkungan sebagai media pembelajaran.
Semua media tersebut memperjelas penyajian materi agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tulis atau lisan). Misalnya, LCD akan mempermudah guru menjelaskan semua materi yang disampaikan. Media yang digunakan dalam pembelajaran merupakan faktor pendukung yang besar pengaruhnya saat pembelajaran berlangsung.
Peserta didik diajak untuk berpikir kritis terhadap realita di kehidupannya. Contohnya mereka menemukan fakta lingkungan yang ada di Kalimantan dan seakan tidak akan pernah sampai pada ujung penyelesaian.
Peserta didik dapat menulis cerita fantastik tentang kemacetan dengan menghadirkan alternatif (berpikir kreatif). Ada yang memunculkan ide tentang pengelolaan lingkungan, sehingga dapat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat.
Sampai pada akhirnya, pemilihan cerita fantasi tentang fakta kemacetan yang telah dikritisi dan kemampuan menemukan alternatif-alternatif berakhir pada solusi untuk berpikir inovatif.
Penggunaan media berbasis teknologi akan mempermudahkan peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar. Teknologi dalam pembelajaran pun dapat mengembangkan potensi peserta didik.
Hal ini bisa dilakukan guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional dalam bidang bahasa. Jabatan guru erat berkaitan dengan motivasi dan kemauan untuk mengabdidalam rangka membantu peserta didik.
Untuk itu profesi sebagai guru sangat penting untuk memahami karakteristik peserta didik, meliputi: fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.