Rabu, 27 Mei 2020

PROSPEK KERJA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP LULUSAN PRODI SASTRA INDONESIA

NAMA                            : INTAN MAWADDAH

NIM                                : 190701036

ASAL SEKOLAH          : SMA NEGERI 1 PANTAI CERMIN

TANGGAL LAHIR        : 11 APRIL 2002    



 
       

        Hai teman, perkenalkan nama saya Intan Mawaddah atau biasa dipanggil Intan. Saya lahir di Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Saya lahir pada Kamis, 11 April 2002 pukul 07.00. Ya saya memang masih muda, saya baru saja memasuki usia 18 tahun. Pada taraf mahasiswi usia saya memang terlihat masih sangat muda dibanding teman-teman seangkatan saya. Sebelumnya saya adalah lulusan dari SMA Negeri 1 Pantai Cermin. Saya memiliki hobi membaca, menyanyi, dan mendengarkan musik.

        Sekarang saya adalah seorang mahasiswi semester 2 prodi Sastra Indonesia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Saya menjatuhkan pilihan prodi Sastra Indonesia pada pilihan pertama saat saya mengikuti SBMPTN, dan alhamdulillah saya lulus karena sebelumnya saya pernah gagal saat mengikuti SNMPTN. Tetapi waktu itu saya tidak memilih prodi Sastra Indonesia. Mungkin memang ini sudah takdir hidup saya hingga saya bangkit dan membulatkan tekad untuk mengikuti SBMPTN dan memilih prodi Sastra Indonesia sebagai pilihan pertama hingga akhirnya saya lulus. Saya memilih prodi Sastra Indonesia ini bukanlah tanpa alasan karena sejak SMP saya sudah sangat nyaman saat belajar Bahasa Indonesia. Maka dari itu, saya ingin sekali memahami lebih dalam lagi tentang Bahasa Indonesia dan lebih mengerti tentang cara berbahasa yang baik benar.


Prospek Kerja Lulusan Prodi Sastra Indonesia



1. Editor

Saat ini, dunia penerbitan tak lagi seperti zaman dahulu. Siapa saja memiliki hak untuk mengajukan tulisan untuk bisa dibukukan. Dampaknya, sederet nama penulis baru juga berhasil menghiasi rak-rak di toko buku.

Buku yang dicetak oleh penerbit menjadi semakin banyak dan kian bervariasi, sama halnya dengan perkembangan media.

Kantor berita juga sudah tersebar di mana saja, baik itu penerbit atau sudah berskala media, keduanya tentu membutuhkan yang namanya editor bahasa. Syarat khusus yang mereka patok di jabatan ini ialah lulusan sastra.

Peraturan yang dibuat tersebut bersifat mutlak, yang mana kamu tak perlu khawatir, sebab para pesaingmu hanyalah sama-sama dari jurusan sastra. Peluang yang terbuka juga kian lebar.

2. Penulis

Yang satu ini tentu sudah sangat jelas. Skill menulis sudah pasti akan bertambah semakin baik dengan adanya juga dukungan tugas dari Dosen yang kebanyakan menginginkan mahasiswa untuk menulis.

Dengan keterampilan yang dimiliki ini, maka kamu bukan tak mungkin bisa memiliki bakat menjadi seorang penulis dan tidak meremehkan gaji dari seorang penulis.

3. Tenaga Pengajar

Lulusan dari Bahasa dan Sastra, terlebih Sastra Indonesia itu identik dengan pekerjaan menjadi seorang tenaga pengajar, baik itu guru ataupun dosen. Di mana-mana, pasti setiap instansi pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, tenaga pengajar bahasa Indonesia sangat dibutuhkan.

Bahkan, untuk 1 instansi saja, bisa membutuhkan hingga sebanyak lebih dari 3 orang tenaga pengajar bahasa Indonesia. Inilah peluang kerja kamu untuk menjadi seorang tenaga pengajar yang cukup terbuka lebar.

4. Instansi Pemerintahan

Tidak hanya di instansi swasta saja, kamu juga bisa melamar pekerjaan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bukan tidak mungkin untuk bisa bekerja di instansi pemerintahan.

Instansi pemerintahan yang paling relevan untuk lulusan dari jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini ialah Kementerian Dalam Negeri ataupun Kementerian Luar Negeri.

5. Jurnalis

Pekerjaan menjadi seorang jurnalis sepertinya kian banyak diminati, banyak juga yang melirik. Akan tetapi, jangan khawatir dan rendah diri terlebih dahulu.

Pasalnya, pekerjaan ini tak hanya melulu milik lulusan jurnalistik, melainkan banyak juga jurnalis yang memiliki latar belakang sarjana sastra.

Masalahnya, jurnalis memiliki hubungan atau kaitan dengan hal tulis-menulis, yang mana tak jauh dari kuliah mahasiswa sastra yang selalu mengedepankan aspek bacaan dan penulisannya. Lulusan dari sastra juga sangat peka terhadap gramatikal kalimat dan harmonisasi antarparagraf.

6. Copywriter

Kalimatmu yang apik, menarik, menari-nari dan dengan caramu dalam mengungkapkan pikiran melalui sebuah tulisan bisa membuat perusahaan periklanan atau advertising tertarik dengan keterampilan yang kamu miliki. Mereka tak segan untuk merekrutmu menjadi seorang copywriter.

Tugas yang diberikan kepada kamu ialah menulis naskah iklan untuk perusahaan, yang mana nantinya iklan tersebut akan disiarkan di berbagai media, baik itu media cetak, televisi, online, atau radio. Soal menarik minat para klien dengan melalui naskah iklan inilah, kamu andalannya dan kamu juaranya.


7. Content Writer

Perkembangan dunia startup saat ini kian menggila. Fenomena yang berlangsung ini tak hanya menguntungkan bagi lulusan ekonomi dan bisnis serta teknik saja, melainkan juga bisa menjadi sasaran yang empuk bagi lulusan sastra. Kok bisa?

Setiap perusahaan startup tentu memiliki website. Lulusan sastra yang memiliki tugas untuk mengisi website ini dengan tulisan atau konten-konten yang menarik. Namun, tugasnya memang terlihat tak begitu jauh dari copywriter.

Bedanya, menjadi content writer di suatu website ini berarti menulis untuk laman internal, maksudnya tulisan akan dipublikasikan di website. Pekerjaannya memang terlihat cukup sederhana, namun ternyata membutuhkan keahlian yang khusus. Lulusan sastra-lah yang jago dalam hal ini.

8. Peneliti

Menjadi seorang peneliti memang tak begitu populer di diri kita. Padahal, di luar sana, tenaga peneliti itu sangat populer dan begitu dibutuhkan, karena tak akan ada suatu kemajuan jika tanpa suatu penelitian.

Menjadi seorang peneliti inilah bisa bergabung bersama dengan lembaga penelitian, lembaga survey, atau bahkan bisa juga bergabung dengan suatu perusahaan dan menjadi bagian dari Research and Development.

9. Wirausaha

Menjadi seorang wirausahawan ialah dambaan bagi banyak orang, yang ingin menjadi bos sendiri dan mempekerjakan orang lain sebagai seorang karyawan. Jika kamu memiliki bakat atau passion dalam berwirausaha, maka jangan pernah ragu untuk menjadi seorang wirausahawan.

Salah satu contoh sektor bisnis yang sangat cocok untuk lulusan ini ialah di bidang percetakan, media dan lain sebagainya.

10. Dunia Pertelevisian

Para lulusan sastra harusnya bersyukur dengan segala skill bahasa yang dimiliki ini akan menguntungkan saat masuk ke dunia kerja. Itu semua nanti akan balik lagi ke orangnya, mau jadi apa, termasuk di dunia pertelevisian atau di suatu Production House.

Apalagi jika semasa kuliah sering mengadakan pertunjukan teater atau membuat suatu film pendek, bekerja menjadi seorang sineas tentunya akan sangat cocok bagi kalian.


PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI

        Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).

        Sekarang ini kita telah memasuki era revolusi industri generasi keempat atau revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan kemunculan komputer super dan kecerdasan buatan atau Intelegensi Artifisial.

        Pendidikan 4.0 bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran atau dikenal dengan sistem siber. Sistem tersebut dapat membuat proses pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan batas waktu. Misalnya, penggunaan e-learning dalam pembelajaran bahasa.

        Pemanfaatan e-learning sebagai aplikasi nyata teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan. Kaitan dengan pembelajaran bahasa di sekolah dapat ditingkatkan melalui berbagai model dan media pembelajaran.

        Dalam pembelajaran bahasa Indonesia e-learning dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran keterampilan mendengar, berbicara, membaca, menulis, tata bahasa, dan pembelajaran sastra.        

        Pembelajaran bahasa yang diperlukan guru pada era industri 4.0 guru bahasa harus mampu mempersiapkan peserta didiknya melalui berbagai kegiatan. Hal yang dapat dilakukan membangun kemampuan dan kebiasaan berpikir kritis. Guru bahasa harus mampu menumbuhkan sikap kritis peserta didik. Kegiatan pembelajaran materi teks diskusi. 

        Materi yang ada  dapat dijadikan sebagai media penumbuhan sikap kritis, kreatif, dan inovatif peserta didik. Struktur teks diskusi sendiri terdiri atas, isu, argumen, dan simpulan. Guru dapat memilih isu-isu yang paling hangat. 

        Dalam pemilihan isu dapat menggunakan internet melalui trending topic. Bahan-bahan diskusi akan banyak tersedia secara daring. Ajak peserta didik untuk mencari sumber-sumber yang bahkan bertolak belakang. 

        Bimbing peserta didik untuk mampu memilih sumber-sumber itu dengan kritis. Selain itu, mencari alternatif-alternatif pemecahan persoalan atau isu yang diangkat dalam diskusi.  

        Pembelajaran bahasa dapat ditunjang dengan media pembelajaran. Media yang digunakan adalah telepon genggam, komputer, laptop, koneksi yang bagus, mudah terhubung dengan internet. 

        Adapun jenis media lainnya yang efektif digunakan dalam pembelajaran di era modern yaitu: 1) media audio visual gerak, seperti: film bersuara, film pada televisi, televisi dan animasi; 2) media audio visual diam, seperti: slide, halaman cetak, foto; 3) Audio semi gerak, seperti: tulisan bergerak bersuara; 4) media audio, seperti: radio, telepon, pita audio; 5) media cetak, seperti: buku, modul; 6) lingkungan sebagai media pembelajaran.

        Semua media tersebut memperjelas penyajian materi agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tulis atau lisan). Misalnya, LCD akan mempermudah guru menjelaskan semua materi yang disampaikan. Media yang digunakan dalam pembelajaran  merupakan faktor pendukung yang besar pengaruhnya saat pembelajaran berlangsung. 

        Peserta didik diajak untuk berpikir kritis terhadap realita di kehidupannya. Contohnya mereka menemukan fakta lingkungan yang ada di Kalimantan dan seakan tidak akan pernah sampai pada ujung penyelesaian. 

        Peserta didik dapat menulis cerita fantastik tentang kemacetan dengan menghadirkan alternatif (berpikir kreatif). Ada yang memunculkan ide tentang pengelolaan lingkungan, sehingga dapat bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. 

        Sampai pada akhirnya, pemilihan cerita fantasi tentang fakta kemacetan yang telah dikritisi dan kemampuan menemukan alternatif-alternatif berakhir pada solusi untuk berpikir inovatif. 

        Penggunaan media berbasis teknologi akan mempermudahkan peserta didik dan guru dalam proses belajar mengajar. Teknologi dalam pembelajaran pun dapat mengembangkan potensi peserta didik. 

        Hal ini bisa dilakukan guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional dalam bidang bahasa. Jabatan guru erat berkaitan dengan motivasi dan kemauan untuk mengabdidalam rangka membantu peserta didik. 

        Untuk itu profesi sebagai guru sangat penting untuk memahami karakteristik peserta didik, meliputi: fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual.

2 komentar:

PROSPEK KERJA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP LULUSAN PRODI SASTRA INDONESIA

NAMA                                  : INTAN MAWADDAH NIM                                        : 190701036 ASAL SEKOLAH             : ...